IJARAH

 

IJARAH

    Salah satu bentuk kegiatan manusia dalam lapangan muamalah adalah Ijarah. Ijarah sering disebut dengan "upah" atau "imbalan". Kalau sekiranya kitab-kitafiqh sering menerjemahkan katIjarah denga"sewa-menyewa" maka  hatersebut janganlah diartikan menyewa sesuatu barang untuk diambimanfaatnya sajatetapi harus dipahami dalam arti yanluas. Maka, kali ini kita akan membahas secara singkat mengenai Ijarah.

Pengertian Ijarah

    Menurut ulamSyafi'iyahijarah adalah akad atas suatu kemanfaatan dengan pengganti. Menurut Hanafiyah bahwa ijarah adalaakad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang di ketahui dan di sengaja dari suatu zayang disewa dengan imbalan. Sedangkan ulama Malikiyah dan Hanabilah, ijaraadalah menjadikan milik suatu kemanfaatan yang mubah dalam wakttertentu dengan pengganti.

Dasar Hukum Ijarah

"tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal berdasarkan pendapat kemampuanmu dajanganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitka(hati) mereka. dajika mereka (isteri-isteryang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anakmu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kam(segal sesuatu)  denga baik;  dajika  kam menemui  kesulita Maka perempualain bolemenyusukan (anak itu) untuknya". (QS Ath-thalaq: 6)

Syarat-Syarat Ijarah

  • Syarat bagi kedua orang yang berakaialah: telah baligh dan berakal.
  • Kedua belah pihak yang melakukaakamenyatakakerelaannyuntuk melakukan  akad Ijarah  itu,  apabila salah seorang keduanya terpaksa melakukaakad maka akadnya tidak sah.
  • Manfaat yang menjadi objek Ijarah harus diketahui secara jelas, sehingga tidaterjadi perselisihan dibelakang hari jika manfaatnya tidajelas. Makaakad itu tidak sah.
  • Objek Ijarah itu dapat diserahkan dan dipergunakan secara langsung dan tidaada cacatnya.
  • Objek Ijarah itu sesuatu yang dihalalkan oleh syara.

Rukun-Rukun Ijarah

  • Orang yang melakukan akad ijarah ada dua orang yaitumujir damusta’jir. Mujir adalah orang yang memberikan upah atayang yanmenyewakan. Sedangkan Musta’jiadalah orang yang menerima upah untuk melakukan   sesuatu dan yang menyewa sesuatu.
  • Ujroh yaitu sesuatu yang diberikan kepada mustajir atas jasa yantelah diberikan atau diambil manfaatnya olemujir.
  • Ma’qud alaih (barang)adalah dengamenjelaskan manfaatnya.
  • Sighat Akad, yaitu suatu ungkapan para pihak yang melakukan akad berupa ijab dan qabul adalah permulaan penjelasan yang keluar dari salah seorang yang berakad sebagai gambaran kehendaknya dalam mengadakaakaijarah.

Berakhirnya Akad Ijarah

  • Objeal ijarah hilang atau musnah sepertrumah yang disewakan terbakaatau kendaraan yang disewa hilang.
  • Renggang waktu yang disepakati dalam ijarah telah berakhir. Apabila yang disewakan itu rumah maka rumah itu dikembalikan kepada pemiliknya, dan apabila yang disewa itjasa seseorang maka orang tersebut berhamenerima upahnya.
  • Wafatnya salah seorang yang berakad.
  • Apabila ada udzur dari salah satu pihak seperti rumah yang disewakan disita negara karna terkait adanya hutang, maka akad al iajarahnya tetap.

Comments